Hai, Tuan. Aku ingin cerita. Setelah semua berganti, ternyata perasaan ini tidak. Ia masih ada dan tetap sama. Tapi genggamanmu terus meronta. Meminta dilepas entah untuk apa. Ternyata ada dia. Si matahari yang mencolok sekali. Kuturuti. Kuberi kau kebebasan untuk pergi. Silahkan kejar pusat tata suryamu. Silahkan rengkuh si matahari jika itu maumu. Silahkan. Aku bukan tak peduli. Tapi kuyakin kau akan kembali. Karena dimanapun mataharimu, aku adalah bumimu. Bumi yang kau pijak sepanjang waktu. Biar kau sadar sendiri. Kau akan kembali karena gravitasi. Bagaimanapun caramu menolak. Sekeras apapun kau mengelak. Jadi, bumi ini bulat atau datar, Tuan? Menurutku tidak keduanya. Dia tak beraturan karena telah jatuh terus-terusan.
Poem and story enthusiast. An amateur author. Trying to productive.