Tercipta dari berbagai pilihan, begitulah hidup terus berjalan. Setelah lama merajut benang-benang berbagai warna, entah untuk keberapa kali, aku memilih merajut kembali kesalahan menjadi sebuah yang sulit diurai, sulit digapai, sulit menjadi sebuah nyata yang bisa kusemai. Meski tahu ini sebuah kesalahan, aku memilihnya tanpa banyak basa basi karena tak tahu lagi apa yang harus kupilih selain ini. Ia yang menjelma ombak di bibir pantai. Datang kemari dengan tergesa-gesa pun pergi buru-buru dengan pamit yang tak bisa diganggu gugat. Risiko yang memang patut ditanggung ketika aku memilih merajut kesalahan. Risiko yang sudah sejak dahulu kutahu dan pertimbangkan. Lama-lama terus bergemul dengan hal seperti ini juga sangat melelahkan. Ini juga menjadi janji kesekian yang kuingkari. Janji bahwa aku akan pergi apapun yang terjadi. Pada akhirnya kehausanku akan seseorang menjadi alibi. Jika nanti kamu yang lebih dulu pergi, mungkin aku akan merutuki diri sendiri sambil menertawakan betapa b...
Poem and story enthusiast. An amateur author. Trying to productive.