Ada sebuah lagu yang begitu bisa kurasakan. Lagu itu tentang angin dan awan. Angin memintaku menjadi besar bestari dan manfaat untuk sekitar. Namun dia lupa bahwa aku adalah awan hitam. Jadi seringkali aku marah padanya dalam diam. Puaskah kau dirayakan sedang aku dikutuk? Bagaimana kabarmu sekarang dan mereka yang merayakan? Beberapa waktu, aku protes pada takdir yang murah hati denganmu padahal berkat akulah kamu bisa dirayakan. Sekian lama aku bergemul sendiri dalam derita, sakit hati, dan penasaran. Meski hanya terkaan, aku masih tidak terima bahwa kamu baik-baik saja sedang aku luka-luka. Aku membencimu beribu kali, tapi jauh lebih membenci diriku sendiri yang masih tidak bisa merasa baik-baik saja setelah semua yang terjadi. Aku tidak ingin jadi besar bestari, juga tak ingin kamu berbahagia seorang diri. Kamu juga harus merasa sesakit ini. Maka aku berdoa agar kamu terus menerus merasa bersalah. Aku berdoa agar semua orang tidak bisa hidup dengan tenang. Aku tidak ingin ketautan...
Poem and story enthusiast. An amateur author. Trying to productive.