Aku menanam benih di seberang jalan tanpa tahu bagaimana ia akan tumbuh. Mekar sempurna di ujung waktu, ia adalah bunga kuning yang cemerlang. Terang memberi tenang pada tiap insan yang butuh uluran tangan. Termasuk aku. Kepercayaan ku padanya melebihi diri ku sendiri. Aku senang tiap kali bertemu. Aku menaruh segenap rasa berani yang ku punya. Bertaruh dengan apapun yang ku bisa. Aku ingin menciptakan sebuah ketidaksengajaan yang ku sengaja meski hingga kini belum terjadi. Bisakah nanti? Kepada cinta yang membuat ku menjadi berani, di dada ku bergolak perasaan yang tak ku mengerti. Ingin ku memiliki mu sepenuhnya, menyalurkan segenap cinta dan berceloteh riang ketika bersama. Ingin ku mendengar suara mu yang merdu dan penuh perhatian setiap waktu. Ingin ku bertumbuh berdua dengan mu. Ingin ku lebih berani mengutarakan perasaan ku. Meski ingin-ingin itu menyerbu, aku tak lantas mengikuti kata hati. Tidak kali ini karena aku ingin membuat ruang aman untuk mu. Perlahan aku akan memb...
Poem and story enthusiast. An amateur author. Trying to productive.