Langsung ke konten utama

III

Dari jendela kaca bus dua

. . .

Aku bertemu petang di jalan pulang
Katanya selamat bertemu malam
Dia akan mengirim dingin yang menusuk hingga ke dalam tulang
Lalu menghembus memori yang sudah lama kau pendam
Tapi ia juga suguhi purnama yang indah
Dan keramaian yang tak biasa yang bisa kau temukan

Setelahnya selamat menyapa pagi
Dirimu akan semakin menggigil bekas sisa angin semalam
Tapi syahdunya tidak ada yang mengalahkan
Karena ia mengantar perjalananmu kembali pulang
Mengusir dinginmu dengan hangat perlahan
Sebelum panas menyengatmu dengan ganas
Sebelum riuh mencambuk kesunyian yang mengukungmu sekarang

Selamat kembali pada realita
Di mimpi kita berjumpa
Dan tawa
Dan manis senyummu yang kedua
Candu dalam canda
Aku ingin lagi melihatnya