Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

VII

Buat Akala. Ternyata mengucapkan selamat tinggal tidak semudah itu. Padahal harusnya aku sudah tahu bagaimana caranya karena sudah terbiasa. Benar kan tebakanku, bahwa tidak ada yang abadi di dunia terutama perihal keindahan. Keabadian hanya ada untuk perjuangan. Dan aku sudah lelah berjuang untuk hal-hal yang tidak memiliki kepastian, seperti perasaan. Setelah kulihat kereta itu berlalu, beberapa detik saat ku tiba di stasiun. Aku merasakan sebuah perasaan yang tidak sakit sebenarnya, tapi juga tidak baik-baik saja. Apakah ini kecewa? Atau perasaan hampa yang akhir-akhir ini biasa kurasa. Entahlah. Hanya saja, aku bersyukur karena tidak melewati perbatasan. Pada akhirnya, orang-orang asing yang bertemu dan berkenalan akan kembali menjadi orang asing ketika tuntas sudah semua urusan. Ketika tiba waktunya kembali ke dunianya masing-masing. Ketika kita tidak lagi beririsan satu sama lain. Aku sudah tahu itu dan sudah melewati banyak sekali kejadian seperti itu. Tapi, kenapa rasanya selal...

VI

Hai, Akala. Apa kabar? Aku sudah putus asa sampai hampir lupa. Kupikir, aku akan mati rasa. Tapi aku senang karena kita berjumpa. Di pertemuan yang tidak aku nantikan ada. Ternyata kamu masih sama. Lucunya, kamu tertawa. "Kenapa?" Tanyaku. "Tidak", Katamu. Dari sedikit waktu yang diperkenankan, aku bahagia. Karenanya menghadirkan perhatian kecil darimu yang tak pernah kukira. Karenanya menghadirkan sebuah doa darimu yang kuaminkan dengan segera. Amin paling serius dan tulus. Karenanya menghadirkan candaan khasmu, tingkahmu yang lucu, dan senyummu yang candu. Akala, yang ternyata masih kurindu.