Langsung ke konten utama

Kalau (bagian 2)

Kalau nanti kita ditakdirkan bersama. Aku ingin tidur di pekarangan rumah dengan rumput tebal seperti karpet bulu empuk sebagai alas, dan langit penuh bintang terbentang tepat di atas. Atau jika kita tidak punya pekarangan, aku harap kita punya rooftop dengan pot-pot bunga matahari dan lavender. Tak lupa juga pohon-pohon yang kamu suka. Nanti, ku taruh bean bag di tengah-tengah untuk kita rebahan bersama di malam hari selepas tuntas sudah semua urusan kerja.

Kalau nanti kita ditakdirkan bersama. Kita belajar masak sama-sama, ya! Mungkin kamu lebih jago masak. Tapi aku bisa bikin telur dadar dan mie instan yang enak. Mungkin juga aku bisa masak sayur sop. Tapi aku gak yakin bisa ngungkep ayam dan ngegoreng ikan tanpa gosong. Aku masih harus belajar banyak. Aku harap kamu gak keberatan kalau masakanku agak hambar atau malah keasinan.

Kalau nanti kita ditakdirkan bersama. Ada banyak keinginan yang ingin aku wujudkan dengan kamu. Mungkin, kamu juga punya banyak. Aku harap kita bisa mewujudkannya sama-sama.

Kalau nanti kita ditakdirkan bersama. Entah kapan, atau siapa kamu yang ditakdirkan bersama aku. Aku harap kita bisa saling mengisi kekosongan. Bisa saling menguatkan genggaman. Bisa berjalan berdampingan. Bisa saling menguatkan.

Kalau nanti kita ditakdirkan bersama. Ada banyak yang ingin kuceritakan.