Langsung ke konten utama

Wabah

Dedaunan mana yang kau harap akan gugur dan bunga-bunga mana yang kamu harap akan mekar?

Melintasi waktu ditengah gempuran wabah untuk sebagian orang tidak mudah. Terutama ketika harapmu sedang merekah dan awalan baru saja memerah. Ketika perjalanan yang sudah lama kau damba akan kau mulai dengan segera. Tapi, hidup memang selalu penuh kejutan untuk membuatmu berpikir maumu apa.

Ketika wabah ini merajalela. Menyentuh semua lapisan kalangan tanpa padang tua dan muda, miskin dan kaya, ras atau suku apa. Kuharap mimpimu masih bisa membara. Jangan putus asa. Kamu tidak pernah benar-benar sendirian dan ini akan berakhir dengan segera, semoga.

Ketika wabah ini mereda. Kuharap kamu masih mempunyai semangat juang yang menyala-nyala. Tanda bahwa kehidupan masih bisa kau taklukan meski sedikit terlambat. Tak apa. Kita masih bisa mengejar apa yang tertinggal. Kita masih bisa menuntaskan apa yang tertunda. Kita masih bisa berusaha.

Baiklah. Maaf karena terus menyalahkan wabah. Aku hanya ingin mengeluh sebentar. Tapi, aku sungguh-sungguh berharap kamu masih tetap bertahan. Kuharap setelah ini berakhir kita masih waras untuk meneruskan mimpi-mimpi gila kita. Masih cukup sadar untuk mewujudkan khayalan dan imajinasi liar kita. Masih cukup kuat untuk sekali lagi mendobrak apa yang mengukung kita. Kuharap sekarang, saat ini, kalian sehat dan siap untuk kembali berjuang bersama ketika saatnya tiba.