Aku terus bertanya kenapa aku sendirian. Kenapa aku kesepian. Kenapa aku mengarungi malam selewatnya saja.
Aku terus bertanya kepada Tuhan. Sampai kapan? Banyak hal yang ingin kubagikan. Banyak hal yang hanya menumpuk di kepala. Tapi, pada siapa? Aku butuh teman bicara lainnya.
Tuhan diam. Bahkan jawab yang kutunggu muncul di mimpi tidak hadir. Aku dibiarkan saja.
Mungkin aku tidak cukup dekat dengannya, pikirku.
Tapi, Tuhan membalas tanyaku hari ini. Ia hadirkan berbagai macam orang. Dengan berbagai topik pembicaraan. Tanyaku semua terjawab. Hal-hal yang menumpuk dan kusut di kepala mengalir sederas air di saluran air yang sumbatnya telah dibersihkan. Aku dapat banyak jawaban. Aku dapat banyak perbincangan berkualitas. Aku tidak sendirian hari ini dan itu cukup.
Aku dapat jawaban penting hari ini, bahwa tidak harus setiap hari. Sesekali tapi berarti. Itu cukup.