Malam, pukul dua.
Lagi-lagi kepala ku penuh dan bising. Gemuruh dari dalam inginnya meneteskan bulir-bulir air mata agar kekeringan yang entah di bagian mana tubuhku basah dan terselamatkan.
Aku tidak bisa berpikir dengan jernih dan tenang. Beberapa orang juga merongrong tak karuan. Kepala ku penuh dan aku sungguh ingin meledak.
Aku tidak bisa mengabarkan berita kurang menyenangkan sebagai alasan. Meski benar begitu. Tapi, itu akan membuat mereka berpikir aku tidak profesional. Meski saat ini aku sungguh tidak bisa menahan semua. Aku hanya ingin mereka diam saja, sebentar. Beri aku sedikit ruang. Ini terlalu menyesakkan. Diberondong pertanyaan sangat amat memuakkan.
Haruskah aku menahan diri sekali lagi? Atau kukucurkan saja pada semua keran dengan wadah di bawahnya yang terus menganga. Aku benar-benar tidak tahan.
Ingin ku biarkan diriku menghilangkan. Tapi aku benar-benar tidak kuat.
Meski aku ingin menghilang dalam diam. Tapi aku juga ingin mereka tahu bahwa aku akan menghilang.