Ada yang mekar di Timur ketika bara api hampir padam di Barat. Anginnya menghidupkan kembali titik-titik api di arang yang sudah dingin. Sekejap, ia membawa segala yang rasanya mustahil. Membangkitkan kembali jiwa yang sudah mati suri setahun terakhir. Datang ketika terbit dan pulang ketika terbenam. Pinta-pinta yang pernah mengudara tidak lagi hanya terbang di awang-awang. Ketukan-ketukan yang selama ini hanya menggaung tanpa jawaban mendadak menemukan pintunya. Bukan pintu emas yang terlihat menggiurkan, pun bukan pintu perak seperti yang terlihat mudah dibuka orang-orang. Pintu ini berwarna putih bersih. Di dalamnya cahaya warna warni memenuhi segala sisi. Tempat senyum sapa bersambut dan tawa riang bersatu padu. Tempat aku menemukan degup jantung yang baru. Di Timur Indonesia, musim kembali bersemi.