Banyaknya hal yang terjadi beberapa bulan belakangan ini membuatku memutuskan untuk menulis cerita baru. Ia kuberi judul “Mencari Rumah”. Sebuah ide spontan yang tiba-tiba terlintas ketika kupikirkan kembali makna rumah. Entah itu orang atau tempat, aku tiba pada suatu kesimpulan bahwa rumah harusnya bisa membuatku merasa aman dan nyaman. Disana, aku bisa bebas menjadi diriku sendiri tanpa takut dihakimi, tanpa perlu khawatir ditinggalkan sendiri. Tujuan utama ketika aku ingin pulang. Apapun bentuknya, bagiku rumah berarti seperti itu.
Melihat ke belakang, aku banyak menulis tentang orang-orang yang pernah menjadi rumah singgah. Tempat menetap beberapa saat untuk kemudian kembali melakukan perjalanan. Meski aku ragu, apakah benar mereka rumah singgahku atau justru akulah rumah singgah mereka. Tapi tanpa perlu mendapat jawab dari semua itu, aku lebih memilih berhenti menulis tentang mereka yang pernah hadir. Aku sudah memutuskan akan menulis perjalananku mencari rumah selanjutnya sebagai bagian dari proses pemulihanku.
Memulihkan diri dari perasaan-perasaan negatif, ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran yang bersemanyam dalam diriku membutuhkan lebih dari sekadar kerja keras. Bahkan aku dianjurkan untuk tidak memakai kata-kata yang identik dengan kekerasan karena itu seperti mencambuki diriku sendiri. PRku adalah lebih lembut pada diriku sendiri, menerima dan memvalidasi perasaan yang datang padaku, dan mengungkapkannya sejujurnya apa yang aku rasakan. Aku juga perlu membuka diri. Menerima dan memberikan ruang kepada orang-orang yang ingin menemaniku menjalani hidup ini. Meski sulit, pelan-pelan aku harus mencobanya karena orang-orang yang memang ingin menemani akan selalu ada disini dan yang pergi tidak perlu ditangisi. Semua orang punya masanya.
Sambil memulihkan diri dan mengenal diriku, sama seperti judul tulisan ini, aku sedang mencari rumah. Meski saat ini tidak aku sematkan ekspektasi pada apapun dan siapapun, aku hanya bisa berharap proses pencarian kali ini tidak terlalu berat. “Mencari Rumah” akan menjadi tulisan semi serius selanjutnya dariku. Kalau bisa, kuharap ini akan menjadi buku pertamaku, setidaknya untuk kunikmati sendiri. Beberapa tulisan dari “Mencari Rumah” sudah bisa dinikmati diakun tiktokku @inajra dan di akun igku @temuandinding silahkan mampir jika berkenan.