Langsung ke konten utama

Racikan Paling Kejam

​Tuhan, bolehlah aku bertanya bagaimana Kau racik hidupku? Semakin kesini, rasanya semakin pahit. Bolehlah aku mengklaim bahwa diriku adalah racikan paling kejam? Aku bahkan tidak lagi berani berkhayal bagaimana hidup akan terus berjalan, akan jadi apa aku di masa depan, atau akankah aku bisa segera bernafas lega dan menjalani hari-hari dengan langkah yang ringan. Rasanya semua itu jauh dari jangkauan.


Tuhan, bagaimana caranya menjadi bahagia secara alami? Rasanya aku hanya menertawakan keadaan yang selalu menjadikanku anak tiri. Belum lagi orang-orang yang selalu berprasangka. Mereka pikir aku semudah yang mereka terka. Jadi mereka bertingkah semena-mena.


Tuhan, jika kehidupan ini adalah neraka, apakah nanti aku akan mendapatkan surga? Atau aku tetap akan masuk neraka karena mengambil langkah yang salah akibat tidak sanggup menanggung semua?


Tuhan, kenapa Kau ambil hidupku yang tenang? Kenapa Kau beri aku tumpukan tantangan yang tak sulit terurai, mustahil selesai? Aku ingin tidur dengan nyaman. Tanpa isi kepala yang berisik memikirkan bagaimana hari esok berjalan. Tuhan, aku sungguh ingin hidup dengan tenang.