Ini adalah tulisan pertama di tahun yang baru. Siapa sangka aku bisa mencapai usia ini. Setidaknya, aku telah berhasil melewati tahun ke-25 yang begitu memuakan. Hebat bukan?
Sejujurnya, aku masih merasa belum merayakan ulang tahunku yang ke-26 dengan benar. Aku belum meniup lilin. Belum membuat permohonan dengan sungguh-sungguh. Belum menyelamati diriku sendiri dengan baik karena terlampau sibuk menyelamati pencapaian orang-orang. Bukan berarti aku menyalahkan mereka. Hanya sedikit meyayangkan bahwa ternyata aku masih belum mampu memberikan waktu luang untuk diriku sendiri. Sehari pun tidak ada waktu tenang. Malah baru-baru ini aku dihadapkan pada situasi yang mempertanyakan keputusanku sendiri.
Benarkah yang kulakukan? Pantaskah aku melakukan ini? Bolehkah melakukannya? Aku hanya merasa pantas mendapatkan apa yang seharusnya kudapat setelah berusaha begitu keras. Tapi ternyata, aku pun tidak yakin apakah aku pantas melakukan ini. Tidak ada yang bisa kumintai pendapat. Lagipula aku terlalu takut untuk membagikannya pada siapapun karena tidak ada orang yang bisa dipercaya.
Kembali ke umur yang baru, aku selalu mengatakan pada setiap orang yang kutemui bahwa di umur baru ini aku tidak menginginkan apapun kecuali bereinkarnasi menjadi idol. Jika kehidupan kedua ada, aku ingin menjadi seorang idol. Mungkin terlihat terlalu berhalusinasi, tapi itu hanya sebuah cangkang kecil dari impian yang besar. Imajinasi itu lambang dari harapan yang dalam. Harapan yang saat ini tak bisa kubagi siapapun. Jadi aku menyimpannya dalam sebuah candaan receh.
Terakhir, harapan yang sangat amat ingin kusampaikan pada semua orang adalah tolong jangan memintaku untuk terus menjadi kuat. Bukankah aku sudah terlalu kuat? Memangnya aku harus sekuat apa lagi? Jadi, dibanding memintaku untuk terus menjadi kuat, lebih baik kalian memberikanku sesuatu yang berguna, pekerjaan misalnya.