Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2023

Di Depan Tembok Itu

​Terbuka kembali kotak pandora saat semilir angin menyapa. Ruang-ruang gelap segera saja menyala. Memutar kembali segala kenang tempat kita memintal asa. Di sudut sebuah kota yang ramai dengan gegap gempita, kita pernah berbagi cerita. Bersedia membunuh waktu dengan sebuah tunggu karena temu akan menyapa. Kejutan tak terduga yang kita usahakan akhirnya tiba. Murungku berganti senyum yang tak henti terpancar kala sosokmu ada di sana. Hadir menerbangkan kupu-kupu di dada yang berterbangan kemana-mana. Membangkitkan desir bahagia yang menghilang dari relung hati sepanjang hari. Aku senang dan tidak pernah menyangka. “Kamu, bagaimana kabarmu hari ini?”, sapamu di kalimat pertama. Mulutku tak mampu berucap. Kata apapun di pikiran musnah. Ingin kupeluk dirimu saat itu juga. Di bawah pohon rindang yang meneduhkan kita, aku terpana. Kamu menatapku yang hanya tersenyum dengan bingung. “Gak suka ya aku ke sini?”, tanyamu lagi. “Bukan, hanya tidak menyangka.”, sahutku masih dengan mulut menganga ...

Membuat Duniaku

​Dan, aku ingin membuat duniaku sendiri. Dunia yang aman tanpa ancaman karena aku kuat di sana. Aku ingin tak ada yang bisa menindasku dengan kuasanya. Aku benci orang-orang itu. Orang-orang yang selalu merasa tinggi karena kedudukannya. Hanya karena mereka tidak mulai dari bawah. Dan, aku ingin membuat duniaku sendiri. Dunia yang aman tanpa ketakutan dan kecemasan akan masa depan. Kehidupan stabil yang berjalan lambat sungguh sangat aku idamkan. Rasanya berlari kencang sudah begitu melelahkan. Aku ingin menikmati momen dan waktu-waktu yang tenang tapi tidak membosankan. Dan, dimana kutemukan dunia yang seperti itu? Bagaimana caranya aku mewujudkan mimpi itu? Dari mana aku harus memulai semua itu? Karena sekeras apapun usahaku, aku belum mampu memiliki semua itu. Sekeras apapun usahaku, aku selalu jauh dari dunia itu. Dan, aku ingin terus bermimpi. Hari ini, juga nanti. Selamanya aku ingin terus bermimpi.