Terbuka kembali kotak pandora saat semilir angin menyapa. Ruang-ruang gelap segera saja menyala. Memutar kembali segala kenang tempat kita memintal asa. Di sudut sebuah kota yang ramai dengan gegap gempita, kita pernah berbagi cerita. Bersedia membunuh waktu dengan sebuah tunggu karena temu akan menyapa. Kejutan tak terduga yang kita usahakan akhirnya tiba. Murungku berganti senyum yang tak henti terpancar kala sosokmu ada di sana. Hadir menerbangkan kupu-kupu di dada yang berterbangan kemana-mana. Membangkitkan desir bahagia yang menghilang dari relung hati sepanjang hari. Aku senang dan tidak pernah menyangka. “Kamu, bagaimana kabarmu hari ini?”, sapamu di kalimat pertama. Mulutku tak mampu berucap. Kata apapun di pikiran musnah. Ingin kupeluk dirimu saat itu juga. Di bawah pohon rindang yang meneduhkan kita, aku terpana. Kamu menatapku yang hanya tersenyum dengan bingung. “Gak suka ya aku ke sini?”, tanyamu lagi. “Bukan, hanya tidak menyangka.”, sahutku masih dengan mulut menganga ...
Poem and story enthusiast. An amateur author. Trying to productive.