Semesta, taukah kau apa yang membuat perpisahan tidak begitu menyesakkan? Karena kita masih ada dan berbahagia. Aku bahagia karena masih bertahan. Kau bahagia dengan hidup yang kau pilih. Meski jalan kita tak lagi mengarah pada satu titik temu, aku bahagia karena tau kau ada. Setidaknya, keberadaanmu yang entah dimana itu menjadi pegangan untukku. Ada seseorang yang kuharap bisa kutemui lagi. Maka aku akan selalu mengadu padamu melalui tulisan-tulisan yang tak akan dibaca olehmu dan tidak dipedulikan orang-orang. Kali ini aku sungguh penasaran. Sejauh mana lagi aku harus berjuang? Mungkin semua orang yang beririsan denganku sudah lelah mendengar pertanyaan itu terlontar. Tapi sungguh aku ingin mendapat sebuah jawaban. Sejauh yang mampu ku tempuh, aku bisa menghitung jejak-jejak bahagia samar yang pernah tergambar. Tak utuh sempurna. Kubilang samar karena setelah bahagia itu, aku kembali merana. Beberapa bilang aku pejuang, yang lainnya bilang aku terlalu berlebihan. Maka aku sangat in...
Poem and story enthusiast. An amateur author. Trying to productive.