Langsung ke konten utama

Untungnya Kita Tidak Menyerah

Di tahun ke 27 kehidupan ku sekitar 3 bulan lalu, aku memilih diriku sendiri. Aku mencoba untuk jadi lebih berani. Aku mencoba untuk melakukan hal-hal yang sudah lama tak ku lakukan lagi. Aku memilih untuk bertemu, berkumpul, dan berkenalan dengan orang baru lainnya lagi. Aku memilih untuk menunjukan diri. Memilih untuk lebih egois atas diriku sendiri. Aku tau, beberapa keegoisan ini memerlukan pengorbanan lebih, tapi aku tidak lagi terlalu memikirkan ini dan itu. Hanya ku lakukan saja sesuai kemauanku, seperti apa yang selama ini kuinginkan.

Dulu, kupikir aku tidak punya keberanian untuk melakukan semua hal itu. Dulu, kupikir aku harus melakukannya dengan seseorang yang ku kenal dan ku percaya. Dulu, kupikir aku harus menundanya lagi dan lagi. Tapi sekarang, aku tau bahkan aku punya banyak keberanian selama aku yakin. Aku tau, kalau aku bisa melakukan berbagai hal bahkan dengan orang asing yang baru saja kutemui. Aku tau aku tidak perlu menunda apapun yang kuinginkan karena pertimbangan ini dan itu. Aku tau ada banyak hal menyenangkan yang bisa kunikmati, tanpa perlu meminta pendapat orang lain karena aku yang menjalani. 

Jadi, terima kasih kepada diriku yang berusia 27 tahun karena telah berani egois untuk dirinya sendiri. Terima kasih karena telah memberi dirinya sendiri kesempatan kedua untuk tumbuh menjadi orang yang lebih baik lagi. Terima kasih karena memutuskan bertahan untuk mencoba berbagai hal menarik sendiri. Untungnya kita tidak menyerah dan berhasil melanjutkan petualangan baru kali ini. You’re enough dan always be my love forever.