Ada sebuah tulisan yang baru saja ku baca. Sebuah tulisan tentang menyukai seseorang. Tulisan itu bilang, "pernah nggak, suka sama seseorang yang tanpa sadar bikin kamu pengen jadi lebih baik? Bukan karena diminta, tapi karena kehadirannya aja udah cukup buat kamu termotivasi. Nggak peduli gimana akhirnya, yang jelas dia pernah jadi alasan kenapa kamu mau berkembang. Dan mungkin, itu udah cukup".
Orang yang bikin tulisan itu juga nambahin di caption postingannya kalau ada satu masa di hidupnya dimana dia suka sama seseorang, tapi bukan cuma sekadar suka. Rasanya lebih dari itu. Bukan soal ingin memiliki tapi lebih ke bagaimana orang yang disukain ini tanpa sadar bikin dia ingin jadi lebih baik. Dia mulai memperbaiki diri, bukan buat orang yang dia suka, tapi karena orang yang dia suka. Karena kehadirannya aja udah cukup buat dia sadar kalau dia bisa lebih. Lebih percaya diri, lebih rajin, lebih berani. Dan walaupun dia gak tau gimana akhirnya, dia tetap bersyukur. Karena gak semua harus berujung dengan kebersamaan -- kadang cukup dengan orang yang dia sukain ini pernah jadi alasan dia bertumbuh.
Aku bersyukur tulisan itu muncul di fyp ku karena mungkin seperti itulah gambaran diriku saat ini. Dideskripsikan dan diunggah dengan sangat baik oleh orang lain yang juga pernah merasakan hal yang sama. Sambil mendengarkan lagu Jvke yang this is what falling in love feels like, aku menggunggah tulisan ini, hari ini. Jika bisa meminta Jvke menulis sebuah lagu, aku ingin dia menulis lagu berjudul this is what secure feels like. Lagu yang akan menggambarkan mengenai sebuah rasa aman. Aman karena menemukan cinta yang membuat kita bertumbuh. Seperti aku yang menemukannya di tengah perjalanan mencari diriku.
Kali ini aku tidak bertanya pada Tuhan mengapa kami dipertemukan tapi aku berterima kasih pada Tuhan karena kami bertemu, untuk alasan apapun. Aku berterima kasih karena dia yang membuatku menyadari aku bisa menjadi lebih. Lebih berani, lebih pandai, lebih sehat, lebih rajin, lebih cantik. Rasanya aku tak pernah ingin berhenti untuk tumbuh. Setiap kali mengetahui kegiatan yang dilakukan, aku juga mencari tahu hal yang bisa kulakukan. Setiap kali mengetahui hal yang dia kerjakan, aku bersemangat mengerjakan yang ku kerjakan. Meski terlihat seperti memang itu kewajiban dan tanggungjawabnya, aku melihat celah lain berupa ketulusan, setelahnya aku selalu melihat kepuasan walaupun mungkin tak jarang juga ia kelelahan. Entah bagaimana cara dia mengatasi lelahnya, kuharap Tuhan memberikan kekuatan yang berlimpah padanya. Maka dengan begitu aku merasa aman. Aku merasa aman cukup dengan hanya mengetahui bahwa dia ada. Aku merasa aman cukup dengan hanya menyakini dia juga merasa aman. Aku merasa aman cukup dengan hanya berpikir bahwa dia akan mendapatkan segala yang terbaik atas amalan yang dikerjakannya. Dan aku merasa aman cukup dengan hanya menyadari bahwa aku juga berusaha hidup dengan baik. Hidup tanpa memaksakan apapun padaNya. Hidup dengan menerima segala yang dilimpahkan padaku.