Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Cinta yang Lugu

Telah ditampakkan padaku sebuah cinta yang lugu. Senyum pada matanya membuatku tersentuh. Karenanya aku ingin terus bertumbuh. Bagai embun ketika subuh, suaranya menenangkan batin yang bergemuruh. Ketakutanku runtuh. Perasaanku divalidasi dengan utuh. Tak lagi ku butuh apa pun selama ia bisa ku rengkuh.  Dirinya yang memantik kuning di tubuh. Padanya ku alamatkan segala keluh. Juga harap, cinta, dan asa yang semakin pekat dari waktu ke waktu. Aku menduga-duga ini adalah teluh, yang ia alamatkan padaku. Dari senin hingga minggu, yang ku gaungkan selalu namamu sebagai sebuah tuju. Di hari bahagia ini, aku ingin berterima kasih, padamu, juga Tuhan Yang Maha Pengasih. Atas segala pertemuan tak terduga yang terjadi. Atas semua momen yang kita lalui. Atas hadir yang tanpa kau sadar begitu berarti. Atas diri yang sangat menginspirasi. Terima kasih telah hadir di sini, di sisi ku yang sempat kehilangan diri sendiri. Harapku, semoga kau selalu berseri. Tenang, teduh, menyinarkan cahayamu ya...

Untuk Aku

Tinta belum mengering Kertas masih tersusun rapi Kepala mu tidak pernah hening Jadi kau tak tahu bagaimana kosong itu akan terisi Mungkin kau hanya lupa atau terlampau sibuk menulis tentang orang-orang  juga kisah-kisah yang menoreh luka serta sesekali tentang cinta yang tak kau sangka terbit setelah petang Untuk sebuah aku yang merasa hari-hari begitu hambar ruang di dada begitu hampa kapan bunga mekar? Tak bosan menanti musim semi tiba Kapan lagi kau akan bercerita? Bukan tentang segala yang kau lihat atau rasa Tapi tentang mu yang merajut asa Api yang masih menyala Degup yang masih berdetak Langkah yang mantap Mari kembali menggores pena Kata-kata mengudara bersama cita yang membara Harap yang merekah indah Lalu kau berwarna merah Kembali pada hakikat mu sebagai manusia Seorang yang gemar bermain aksara