Telah ditampakkan padaku sebuah cinta yang lugu. Senyum pada matanya membuatku tersentuh. Karenanya aku ingin terus bertumbuh. Bagai embun ketika subuh, suaranya menenangkan batin yang bergemuruh. Ketakutanku runtuh. Perasaanku divalidasi dengan utuh. Tak lagi ku butuh apa pun selama ia bisa ku rengkuh. Dirinya yang memantik kuning di tubuh. Padanya ku alamatkan segala keluh. Juga harap, cinta, dan asa yang semakin pekat dari waktu ke waktu. Aku menduga-duga ini adalah teluh, yang ia alamatkan padaku. Dari senin hingga minggu, yang ku gaungkan selalu namamu sebagai sebuah tuju. Di hari bahagia ini, aku ingin berterima kasih, padamu, juga Tuhan Yang Maha Pengasih. Atas segala pertemuan tak terduga yang terjadi. Atas semua momen yang kita lalui. Atas hadir yang tanpa kau sadar begitu berarti. Atas diri yang sangat menginspirasi. Terima kasih telah hadir di sini, di sisi ku yang sempat kehilangan diri sendiri. Harapku, semoga kau selalu berseri. Tenang, teduh, menyinarkan cahayamu ya...
Poem and story enthusiast. An amateur author. Trying to productive.