Langsung ke konten utama

Cinta yang Membuatku Belajar Melepaskan

Walau ku bilang aku tidak mengharapkan apapun, sebenarnya aku punya harapan besar untuk kita yang tanpa sadar tumbuh perlahan. Pertempuran ku di langit bahkan sampai di tahap aku tidak hanya mendoakan aku dan kamu, tapi juga tentang keluarga kita. Seiring berjalannya waktu, harapan itu seperti menelan energi dalam diri ku. Aku tidak mencemaskan mu tapi aku mencemaskan diri ku sendiri.

Di dalam hatiku timbul racun dari skenario-skenario yang ku buat sendiri. Bagaimana jika begini? Bagaimana jika begitu? Haruskah kucoba begini? Atau lebih baik mencoba begitu? Padahal aku tidak perlu mengira-ngira atau menerka-nerka. Aku hanya perlu mengikuti alur yang berjalan. Aku hanya perlu memainkan sebuah peran, yaitu menjadi diriku sendiri yang utuh dan jujur. Aku tidak perlu merekayasa apapun. Aku hanya perlu menunjukan diriku yang asli, yang saat ini mungkin sedang kehilangan cahaya dan membutuhkan bantuan. Tapi karena terlalu memaksakan diri dan berusaha keras, yang ku tampakkan justru versi diriku yang harus terlihat sempurna. Padahal aku sudah cukup dan tidak perlu bersusah payah menjadi sempurna untuk dilihat. Hanya perlu menjadi aku.

Setelah berpikir apa yang salah dengan diriku selama ini, akhirnya malam ini aku sadar, aku tidak salah. Aku tidak rusak dan tidak perlu memperbaiki diriku sedemikian rupa. Jadi aku memutuskan untuk belajar melepaskan perasaan yang kurasakan pada dirimu. Aku ingin kembali menyayangi diriku yang apa adanya. Aku ingin kembali memiliki diriku sepenuhnya. Aku ingin memeluk diriku yang terlalu keras berusaha. Maka aku melepaskan dirimu yang begitu menarik perhatianku selama ini. Semoga setelah ini, aku bisa mencintai dirimu kembali atau orang lainnya nanti tanpa perlu mengabaikan diriku sendiri.