Beberapa kali dalam hidupku, aku mengecilkan diri ku sendiri. Menyerah pada mimpi ku yang terlihat besar sekali karena aku tak punya penopang. Memilih menguburkan dan kehilangan harapan. Membuat segala usaha ku untuk bertahan menjadi tak terlihat dan terasa sia-sia.
Beberapa kali pula dalam hidupku, aku kembali disadarkan. Katanya, aku punya kemampuan untuk bersinar. Katanya, aku pandai dan cepat belajar. Katanya, aku pekerja keras. Katanya, aku bisa dan hebat, hanya saja perlu sedikit lebih berani. Keberanian yang selalu menjadi musuh utama ku selama ini. Keberanian mengambil risiko dengan hasil tak pasti. Aku memang belum berani untuk saat ini.
Kegagalan selalu membuatku takut untuk mencoba sekali lagi. Kegagalan selalu membuatku berpikir aku harus memulai kembali dan segala yang pernah kucapai hanya masa lalu yang tak berarti. Aku ingin mengejar apa yang mereka sebut kesuksesan tapi aku selalu merasa tak memiliki satu pun kemampuan. Tak ada pencapaian berarti di umurku sampai saat ini. Tapi, setiap kali aku bercerita tentang apa yang ku alami, selalu ada orang yang berkata, "aku ingin menjalani hidup yang kamu nikmati.", sambil tersenyum penuh arti. Respon yang terkadang tak terduga mengambil tempat di hati.
Aku baru tahu, ada cinta yang membuatku percaya diri. Ada cinta yang menyemangati. Ada cinta yang yakin dengan usahaku selama ini. Ada cinta yang mau membersamai. Maka aku mencoba mengumpulkan kepingan semangat itu pelan-pelan sekali lagi. Entah akan jadi apa ketika semua itu bergabung nanti.