Kata-kata beberapa bulan terakhir terngiang. Menjelma tanya yang selalu kulontarkan kenapa dan dijawab dengan senyum misteri. Aku semakin takut dari hari ke hari. Batinku memohon untuk tidak sekali lagi. Makin ke sini, namamu semakin jelas di ingatan. Senyummu beberapa kali terbayang. Padahal pertemuan kita jarang. Bahkan bisa dihitung dengan jari. Kemudian aku mengulang memori. Ketika pertemuan itu pertama kali terjadi. Rasanya aku ingin mengucap terima kasih. Pada temanku, temanmu, dan kesediaan waktumu itu. Ingin ku juga mengucap maaf padamu karena sempat melewatkan beberapa hal. Akala, malam ini aku memikirkanmu, lagi. Tiap memikirkanmu, aku merassa aneh sendiri. Aku tidak tahu kenapa. Tapi, aku tidak mau kalau jatuh lagi. Apalagi kalau harus jatuh sendirian lagi. Akala, bagaimana ini?