Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Pria di Mimpi

Buat Kamu, pria di mimpi yang tidak ku tahu siapa padahal sejelas itu. Hai! Aku ingin menyapa meski tahu mungkin kamu tak nyata. Aku ingin menyapa meski tahu mungkin kamu adalah karakter fiksi yang si otak cipta. Karakter fiksi yang hadir di tengah-tengah impianku. Karakter fiksi yang mungkin divisualisasikan dari kegundahan dan kelelahanku menjalani semua aktivitas yang sedang aku lakoni saat ini. Aku tidak tahu siapa namamu karena kamu bukan siapa pun itu. Kamu tidak cocok dengan Akala. Kamu pun tidak bisa kusandingkan dengan perbendaharaan kata-kata indah maupun jelmaan isi semesta. Satu yang kuingat adalah wajahmu yang menatapku dengan teduh. Tatapan yang sungguh sangat aku inginkan dan harapkan dari seseorang yang spesial untukku nanti, siapa pun itu. Aku sangat berusaha agar tidak lupa tatapan dan senyummu di mimpiku malam itu. Makanya, aku menulis ini untuk mengenangmu. Untuk mengingatmu meski hanya bagian kecil dari mimpi itu yang bisa kuhafal sampai tulisan ini dibuat. Mau kuc...

Jangan Lagi

Beberapa bulan lalu, aku sempat pergi jauh dengan satu alasan rahasia sebenarnya. Tapi, di sini akan aku ceritakan. Aku pergi untuk melupa. Ketika itu, sebenarnya aku baru saja tiba di Jakarta. Ketika itu, beberapa minggu berkelana membuatku rindu dengan seseorang. Sangat amat. Puncaknya ketika dingin menerpa di Dieng. Di pikiranku langsung teringat beberapa perjalanan bersama kami. Tentang hawa dingin dan kehadirannya yang membuat sekitarku menjadi hangat. Katakanlah aku terlalu mendramatisir. Tapi bukankah memang begitu saat kita jatuh cinta? Jangan salahkan aku. Sifat melankolis plegmatisku membuatku menjadi seperti ini. Berhari-hari, aku menahan hasrat untuk menanyakan kabarnya. Menahan rindu yang waktu itu membuatku menangis diam-diam. Aku rindu dia dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Setiap hari, kutulis pesan tersirat untuknya melalui tulisan-tulisanku di sosial media. Meski ku tahu dia melihat, tapi dia tidak pernah merespon. Sakit sekali. Rasa sakit itu semakin menjadi-jadi ke...