Buat Kamu, pria di mimpi yang tidak ku tahu siapa padahal sejelas itu. Hai! Aku ingin menyapa meski tahu mungkin kamu tak nyata. Aku ingin menyapa meski tahu mungkin kamu adalah karakter fiksi yang si otak cipta. Karakter fiksi yang hadir di tengah-tengah impianku. Karakter fiksi yang mungkin divisualisasikan dari kegundahan dan kelelahanku menjalani semua aktivitas yang sedang aku lakoni saat ini. Aku tidak tahu siapa namamu karena kamu bukan siapa pun itu. Kamu tidak cocok dengan Akala. Kamu pun tidak bisa kusandingkan dengan perbendaharaan kata-kata indah maupun jelmaan isi semesta. Satu yang kuingat adalah wajahmu yang menatapku dengan teduh. Tatapan yang sungguh sangat aku inginkan dan harapkan dari seseorang yang spesial untukku nanti, siapa pun itu. Aku sangat berusaha agar tidak lupa tatapan dan senyummu di mimpiku malam itu. Makanya, aku menulis ini untuk mengenangmu. Untuk mengingatmu meski hanya bagian kecil dari mimpi itu yang bisa kuhafal sampai tulisan ini dibuat. Mau kuc...
Poem and story enthusiast. An amateur author. Trying to productive.