Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Lawan yang lebih besar

Katanya sangat mudah terlontar tapi melakukannya butuh waktu yang tidak sebentar. Meski begitu, aku sadar yang ia katakan adalah benar. Lawanku bukan lagi perdebatan konyol yang melatih kesabaran. Lawanku sudah menjelma menjadi lebih besar dan susah ditaklukan. Ia pandai memanipulasi dan membuatku terlena. Sebentar saja, lama-lama tidak berasa. Bayangannya berwarna-warni dan terang benderang padahal penuh kepalsuan. Ia sudah sangat sering menang. Setelahnya baru aku menyesal tenggelam di kegelapan yang dalam. Ia benar. Aku butuh lebih banyak kekuatan yang harus kubuat. Dicari kemanapun, semua itu tidak akan kudapat. Tapi membuat semua itu rasanya sangat berat. Ia berbisik lagi, "pelan-pelan." Ya, lagi-lagi katanya sangat mudah dilontarkan.

Cara Bertahan

Di ruang-ruang pelik hembusan nafasmu bergema nyaring. Kudengar kau merapatkan segala hal yang mampu mulutmu ucap. Segala yang mungkin telah kau pendam sejak lama dalam kepalamu hingga rasanya ingin meledak. Tak apa, aku paham memendam terkadang memang lebih mudah dibanding mengutarakan. Hari demi hari yang berguguran satu per satu. Entah alasan apa lagi yang akan kau pakai sekarang, aku tidak tahu. "Jangankan kamu, aku sendiripun belum ketemu.", katamu ketika tertuju padamu padahal tanyaku belum sempat kubagi denganmu. Aku mengandeng tanganmu dan mengajakmu berjalan bersama. Beriringan akan membuat segala terasa menjadi lebih ringan. Setidaknya kau tahu kau tidak sendirian. Tiba di penghujung hari, suara kereta di kejauhan menemani kita yang menghitung hal-hal yang terlewatkan, juga hal-hal yang belum sempat. Kembali, kita menambahkannya pada daftar catatan esok hari. Bila tak sempat juga dituntaskan, maka akan kita tambahkan kembali untuk hari berikutnya, dan selanjutnya, d...

Hujan

Di sini hujan. Di sana bagaimana? Aku penasaran seperti apa pemandangan di sana. Apakah itu penuh dengan hijau yang luas sejauh mata memandang kemudian biru di kejauhan? Atau itu berwarna warni seperti pola pada kemeja yang biasa kau kenakan? Atau ia hanya hitam putih seperti hidupku setelah kau menghilang? Katakan! Ceritakan bagaimana suasana lampu merah di sana. Bisingkah suara klakson beradu dengan petikan gitar para pengamen jalanan? Di sini hujan dan aku mulai kelaparan.

Mekar

Bunga-bunga di hatiku telah mekar. Sedang di sana, punyamu layu berguguran. Karenanya, izinkan aku menumbuhkan bibit yang baru agar di penghujung musim nanti, kita bisa memanennya bersama.