Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Bagaimana Caranya Berhenti Berlari?

​Di hidup ini, aku terbiasa berlari. Sejak kecil, aku berlari ketika melewati tempat yang sepi dan gelap. Aku berlari di malam hari mengejar ketertinggalan materi dari teman-teman sekolah yang ikut bimbingan belajar. Aku berlari agar bisa masuk gerbang sekolah sebelum di tutup. Aku berlari lebih kencang ketika masuk di tim olahraga yang berisi para pelari handal. Aku berlari semakin kencang ketika kata-kata menyakitkan datang ke arahku. Aku berlari semakin kencang lagi untuk membuktikan bahwa aku mampu meraih mimpiku. Kini, aku menjadi terbiasa berlari sampai lupa caranya berhenti. Aku berlari dalam diam. Tak ingin orang lain tahu betapa melelahkan dan memuakannya pelarian ini. Meski terkadang aku juga ingin bercerita. Menumpahkan segala penat dan beristirahat sejenak. Tapi jika melakukannya, aku merasa bersalah. Seolah tempatku berpijak akan menghilang. Aku tidak punya apa-apa, juga tidak punya siapa-siapa. Langkahku tidak sebesar mereka. Jadi ketika mereka bisa berjalan dengan nyaman...

Semesta yang Suka Bercanda

​Semesta begitu suka bercanda, terutama denganku. Setahun lalu, ia membuatku bercerita sambil menangis tersedu-sedu. Tahun ini, ia membuatku menceritakan hal yang sama sambil tersenyum seolah itu sudah terlalu jauh. Apakah aku sudah mengikhlaskan semua itu? Semesta senang memberiku kejutan. Ia membuatku merasakan letupan-letupan kebahagiaan juga diiringi dengan sengatan-sengatan berbahaya yang hampir merenggut nyawa dan kewarasan. Sampai saat ini, aku tidak tahu mengapa aku begitu kuat bertahan. Daya juangku begitu menakjubkan bukan? Untukku, Semesta enggan menjadi teman. Ia lebih suka menjadi musuh bebuyutan. Sejak dulu, tak diizinkannya aku mendapatkan yang kuinginkan. Ia juga sering membuatku penasaran. Meski tak jarang, ia menuntunku pada banyak kesempatan dan mengajakku menyicipi berbagai pengalaman. Oleh karena itu, aku tidak lagi mengotakan kebaikan dan kejahatan. Jadi tanpa ku sadar, aku mulai berhenti mempertanyakan. Kurasa, semua hal punya alasan. Sekarang aku memilih untuk h...