Dua tahun lalu, aku berusaha pergi dari hidup yang saat itu ku jalani. Tidak ada hal yang menyenangkan saat itu. Tidak ada kebahagiaan yang aku alami. Aku merasa berjalan di tempat. Kalah oleh keadaan. Marah dengan tanggung jawab yang dilimpahkan pada ku. Kasihan pada diri ku yang tak lagi punya sesuatu. Bahkan usaha ku seolah mengkhianati. Kerja keras, dedikasi, ketulusan, sampai jati diri ku sendiri sirna. Tak ada lagi percikan yang membuat hidup masih pantas untuk dijalani. Ketika tak ada lagi alasan yang tersisa, aku memberanikan diri memilih diri ku sendiri. Diri ku yang saat itu berjalan tanpa tahu arah mana yang harus dituju. Diri ku yang saat itu tak tahu dari mana harus memulai. Diri ku yang saat itu sinarnya redup. Aku memilihnya dan menghadiahkannya kado terindah yang bisa ia dapatkan. Hal yang selama ini selalu ia tahan. Jika waktu itu aku tidak memilih diri ku. Jika waktu itu aku tidak memberanikan diri ku. Jika waktu itu aku tidak pergi ke tempat itu. Kisah ini akan ...
Poem and story enthusiast. An amateur author. Trying to productive.