Langsung ke konten utama

Mimpi dan Syukur

Hai kamu yang sedang berjuang. Jika malam ini kamu sedang lelah dengan semua tekanan mungkin aku hanya bisa memberikan sebuah kata untukmu, "semangat". Jika malam ini kamu sedang penat dengan semua usahamu dalam mewujudkan mimpimu, aku dari sini ingin berbagi cerita. Entah mereka seberuntung kita atau tidak karena kadar keberuntungan bukan suatu hal yang dapat dihitung. Malam ini, aku sedang berada di sebuah desa di banten. Tidak bisa dibilang terlalu pelosok namun juga bukan perkotaan yang ramai. Seperti yang ku katakan, disini untuk pertama kalinya dalam hidup aku merasa menjadi seorang yang berguna.

Malam-malam yang dilalui penuh keramaian disini menjadi sebuah perenungan. Perenungan tentang berbagai hal termasuk mimpi dan terutama syukur. Syukur karena ditengah seringnya ketidakadilan yang kurasa dalam hidup ternyata aku masih beruntung. Syukur karena masih ada hal kecil yang bisa kubagi. Syukur karena Tuhan memberikan kebahagiaan dengan cara sesederhana ini. Perenungan ku dimantapkan dengan acara puncak yang diadakan pada malam terakhir. Entah apa reaksimu jika melihat mereka. Anak-anak itu selalu punya daya tarik sendiri.

Pada acara ini mereka menampilkan satu pertunjukan. Sebuah tarian dengan lagu "laskar pelangi". Sebuah lagu yang mengingat aku padamu, pada mimpimu, pada mimpiku, pada orang-orang yang pernah menceritakan mimpinya padaku. Jika ada satu hal yang saat ini ingin kubagi denganmu itu adalah perasaan ini. Perasaan terharu saat mereka dengan lantangnya menyuarakan mimpi mereka. Mereka dengan tegasnya mengucapkan cita-cita mereka. Mereka yang masih lugu dan mungkin belum tahu apa yang harus dilakukan untuk meraih itu semua. Mereka yang mungkin tidak tahu orangtua mereka yang saat mendengar itu hanya bisa tersenyum. Senyum penuh makna antara bangga dan ketakutan tidak bisa memenuhi keinginan anaknya.

Jika ada satu hal yang sangat ingin kubagi denganmu saat ini juga, hal itu adalah lagu laskar pelangi ini. Biar kamu resapi. Biar kamu maknai. Sungguh, semangatmu menular sama seperti anak-anak itu. Begitu juga sedihmu. Seperti kata lagu itu, "mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia. berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya". Mimpimu begitu indah dan aku tahu rasanya karena aku juga pernah punya mimpi seperti itu bahkan masih memikirkannya sampai sekarang. Maka dengan itu aku sangat ingin mendukung kamu mewujudkan mimpimu. Terbanglah. Gapai yang telah kau gantung. Dimanapun itu. Kemanapun itu.

Popular Post

Tanda

Baru saja aku mendendangkan lagu Tanda dari Yura Yunita. Jika memang ini benar untukku, maka dekatkanlah kepadaku. Jika memang ini bukan untukku, bolehkah ku mohon dulu? Sebuah pinta yang rasanya selalu, berkali-kali, berulang-ulang, dimohonkan setiap hamba kepada-Nya, termasuk aku. Entah berapa juta kali aku selalu memohon, meminta didekatkan dengan apa-apa yang ku yakini baik untukku. Entah berapa juta kali aku memaksa untuk diperbolehkan mencoba merasakan hal yang ingin ku rasakan. Pada akhirnya semua menunjukkan tanda yang seringnya ku abaikan. Jadi kali ini aku tidak lagi berani meminta sebuah tanda. Aku hanya berharap diberi kesempatan-kesempatan acak. Tak mengharapkan lebih, juga tak akan memaksa. Aku berserah pada Yang Maha Memiliki. Jika memang ini benar untukku, aku meminta kemudahan untuk apapun yang akan terjadi di masa depan. Jika memang ini bukan untukku, aku meminta kelapangan menerima sebuah keputusan.

Untuk Aku

Tinta belum mengering Kertas masih tersusun rapi Kepala mu tidak pernah hening Jadi kau tak tahu bagaimana kosong itu akan terisi Mungkin kau hanya lupa atau terlampau sibuk menulis tentang orang-orang  juga kisah-kisah yang menoreh luka serta sesekali tentang cinta yang tak kau sangka terbit setelah petang Untuk sebuah aku yang merasa hari-hari begitu hambar ruang di dada begitu hampa kapan bunga mekar? Tak bosan menanti musim semi tiba Kapan lagi kau akan bercerita? Bukan tentang segala yang kau lihat atau rasa Tapi tentang mu yang merajut asa Api yang masih menyala Degup yang masih berdetak Langkah yang mantap Mari kembali menggores pena Kata-kata mengudara bersama cita yang membara Harap yang merekah indah Lalu kau berwarna merah Kembali pada hakikat mu sebagai manusia Seorang yang gemar bermain aksara

Cinta yang Paling Kusayang

Telah kupetakan nama kita di tempat-tempat yang kusambangi. Kubisikan pada bebungaan. Kuminta aminkan ke dedaunan. Kutitipkan pada angin agar ia membawa doaku jauh ke tempat nama kita terukir entah di sudut langit yang mana. Di setiap helaan nafas ketika berkelana, kudoakan kita selalu. Aku meminta temu. Aku meminta kita segera bersatu.  Tak lupa kuselipkan pada kata di lembar-lembar buku yang kubaca. Kulafalkan dengan lantang tiap malam bersama segenap harap. Setangkup keyakinan yang ada seringnya juga tak tentu. Kadang menggebu, kadang layu namun entah kenapa rasanya aku tidak ingin menyerah untuk kita. Tentang kita akan selalu kuupayakan meski aku juga masih meraba-raba.  Seseorang yang paling kusayang telah menjelma sebuah hangat yang sampai kini masih menetap di lubuk hati terdalam. Sejak bulan 1 di tahun kedua kita bertemu, hatiku terpaku padamu yang begitu teduh, begitu penuh dengan apa-apa yang selama ini ada dalam khayalanku. Aku yang datang dengan begitu pemalu lalu ...