Sanskrit :
Tvām smārayisyāmi aham punah kutūhālat
Tvām smārayisyāmi aham punah kutūhālat
Alih bahasa :
Saya akan mengingat kamu lagi terus menerus.
Saya akan mengingat kamu lagi terus menerus.
Kita dihari itu pernah punya cerita seru.
Tentang temu yang hampir tak berkenan, dan
rindu yang belum tumbuh, serta
rasa yang belum tercipta.
Tak lupa peluk yang hampir kau rapatkan pada tubuhku yang membeku.
Tentang temu yang hampir tak berkenan, dan
rindu yang belum tumbuh, serta
rasa yang belum tercipta.
Tak lupa peluk yang hampir kau rapatkan pada tubuhku yang membeku.
Naasnya,
malu menjadi saksi bisu
di depan gedung yang sedang diperbaiki itu.
Walau hanya beberapa detik yang dipersilahkan waktu,
aku bersyukur tanpa sengaja kita bertemu
karena saat itu kuota internetku sudah sakratulmaut.
malu menjadi saksi bisu
di depan gedung yang sedang diperbaiki itu.
Walau hanya beberapa detik yang dipersilahkan waktu,
aku bersyukur tanpa sengaja kita bertemu
karena saat itu kuota internetku sudah sakratulmaut.
Tanpa maksud apapun.
Aku yang saat itu
hanya ingin berbagi karena kau temanku.
hanya ingin menguatkan sedikit dirimu, dan
semoga kamu bersemangat menjalani hari itu.
Hari pertama ditahun barumu.
Aku yang saat itu
hanya ingin berbagi karena kau temanku.
hanya ingin menguatkan sedikit dirimu, dan
semoga kamu bersemangat menjalani hari itu.
Hari pertama ditahun barumu.
Tanpa maksud apapun.
Aku hari itu
hanya ingin mengucap selamat secara langsung.
Aku hari itu
hanya ingin mengucap selamat secara langsung.
Seiring waktu yang berjalan tanpa terasa.
Aku bahkan tak sadar sudah selama apa
ia bersarang di dada.
Di detik di mana akhirnya kuputuskan mencoba membuka hati.
Melihat kamu yang sungguh mempesona hari itu.
Aku bahkan tak sadar sudah selama apa
ia bersarang di dada.
Di detik di mana akhirnya kuputuskan mencoba membuka hati.
Melihat kamu yang sungguh mempesona hari itu.
Selamat.
Kamu telah menjadikan momen bahagia itu, juga
sebagai momen memilukan untukku.
Bodohnya aku yang terlalu terbawa alur hingga lupa ini semua hanya semu.
Kamu telah menjadikan momen bahagia itu, juga
sebagai momen memilukan untukku.
Bodohnya aku yang terlalu terbawa alur hingga lupa ini semua hanya semu.
Untuk seorang pengembara di negeri seberang.
Aku sudah terlalu lama menjadi pengagum.
Hingga detik dimana aku menyampaikan rasa secara tak langsung.
Lega.
Sungguh.
Namun, aku tak tahu seberapa peka kamu.
Aku sudah terlalu lama menjadi pengagum.
Hingga detik dimana aku menyampaikan rasa secara tak langsung.
Lega.
Sungguh.
Namun, aku tak tahu seberapa peka kamu.
Ini hanya satu dari sekian banyak yang kutulis untukmu.
Jika nanti kamu punya waktu,
bukalah satu lagi yang kutulis untukmu.
Sampaikan pula salamku pada langit ditempatmu.
Semoga kamu bahagia selalu.
Jika nanti kamu punya waktu,
bukalah satu lagi yang kutulis untukmu.
Sampaikan pula salamku pada langit ditempatmu.
Semoga kamu bahagia selalu.