Ada kata-kata yang tak akan pernah sempat diucap. Kata-kata yang menjelma untaian kalimat. Bukan karena tak bisa tapi momennya tak pernah tepat atau aku berubah pikiran dengan cepat. Jadi, ku tulis saja ia disini.
Temanku bilang, aku terlalu tinggi menaruh harap. Padahal aku hanya ingin tanyamu terjawab. Entah kepada siapa sebenarnya kau tujukan pertanyaan itu.
Ya, Tuan. Cinta tak selamanya indah. Cinta memang tentang pertemuan, dan lalu apa setelahnya.
Indahnya cinta adalah saat kau tahu penerimaan. Menerima bahwa terkadang cinta tak selalu berpihak padamu. Indah adalah saat hatimu bisa menerima bukan hanya kesenangan, tapi saat ia bisa merangkul kesedihan. Saat ia bisa memeluk kesakitan. Mungkin, aku dan kamu sama. Sering bermain dengan sedih dan sakit, dalam konteks yang sama sekali berbeda pasti. Bukankah itu risikonya saat kamu berani berhadapan dengan cinta? Kamu harus mau merasa namun buta. Karena cinta berarti merasa tanpa pernah melihat apa yang dirasa, setidaknya menurutku seperti itu. Kalau kamu?
Ini aku yang akan menjawab ke hatiku, jika kau tanya mau dibawa kemana cinta. Aku mengutamakan hati dibanding benak ternyata. Disana, ia tak akan kuinjak-injak. Namun kunikmati debarannya. Kuresapi hangatnya. Kugenggam resahnya saat ia menuntut temu. Memanjakannya dengan kata sabar. Memeliharanya entah ia akan terbalas atau tidak. Tapi, boleh juga tawaranmu. Sepertinya hutan akan jadi tempat yang seru. Bukan untuk ditinggalkan. Tapi untuk ditanam. Disiram sepenuh hati. Dipupuk penuh kasih. Agar ia bertunas dan tumbuh menjadi pohon yang abadi. Agar ia berbuah kebahagiaan yang lain. Atau sekalipun ia tak berbuah, biar ia tumbuh untuk siapapun itu. Karena semua cinta tak pernah memiliki akhir yang sama. Akhirnya hanya perlu kita maknai. Melalui pandangan masing-masing. Entah ia harus kau syukuri atau kau caci maki.
Cinta itu indah. Sungguh. Setidaknya cinta pernah membuatmu terbang, walau tak jarang kenyataan malah menjatuhkannya.
Jadi, boleh aku tahu jawaban asli pertanyaanmu? Kalau kamu memang punya jawaban sendiri. Tidak selamanya setiap tanya punya jawab, kan. Aku saja yang kurang kerjaan saat ini hehe.