Langsung ke konten utama

Makna dari Lapangan

Kita pernah melucuti perjalanan yang memaksa kita bertahan di keasingan.
Pernah memaki amanah yang tidak kita inginkan.
Pernah memikul tanggung jawab yang dibebankan sepihak tanpa persetujuan, tanpa bisa menolak, tanpa bisa memilih mana yang ingin dijalankan.

Kita pernah terseok-seok dalam keterpurukan menuntaskan hasrat orang banyak.
Ketika semua terasa membebani dengan tekanan di sana sini.
Ketika kita hidup untuk membalas budi. Ketika semua yang didapat harus kembali.
Syukurku karena kalian tidak meninggalkanku sendiri.

Permulaanku diuji dengan kata yang tak pantas padahal aku mementingkan regenerasi.
Bukan inginku berada di sini tapi inginku mendapatkan pengganti yang sepenuhnya mencintai tempat ini.
Orang-orang yang dari mereka aku percaya meninggalkan semuanya.
Orang-orang yang dari mereka aku yakin semua akan baik-baik saja.
Tongkat estafet kebaikan ini bukan untuk diberikan kepada mereka yang hanya mampu, tapi harus kepada mereka yang tepat.
Mampu tapi tidak tepat hanya merusak kebaikan yang tersirat.

Kepada orang-orang yang nantinya akan berdiri di sini.
Jalanilah semua sesuai apa yang kalian yakini.
Jangan takut dan berlari pergi.
Jangan sembunyi.
Hadapi.
Bantuan akan datang secara tidak terduga kepada kalian yang punya niatan baik.
Percayalah pada itu.

Popular Post

Tanda

Baru saja aku mendendangkan lagu Tanda dari Yura Yunita. Jika memang ini benar untukku, maka dekatkanlah kepadaku. Jika memang ini bukan untukku, bolehkah ku mohon dulu? Sebuah pinta yang rasanya selalu, berkali-kali, berulang-ulang, dimohonkan setiap hamba kepada-Nya, termasuk aku. Entah berapa juta kali aku selalu memohon, meminta didekatkan dengan apa-apa yang ku yakini baik untukku. Entah berapa juta kali aku memaksa untuk diperbolehkan mencoba merasakan hal yang ingin ku rasakan. Pada akhirnya semua menunjukkan tanda yang seringnya ku abaikan. Jadi kali ini aku tidak lagi berani meminta sebuah tanda. Aku hanya berharap diberi kesempatan-kesempatan acak. Tak mengharapkan lebih, juga tak akan memaksa. Aku berserah pada Yang Maha Memiliki. Jika memang ini benar untukku, aku meminta kemudahan untuk apapun yang akan terjadi di masa depan. Jika memang ini bukan untukku, aku meminta kelapangan menerima sebuah keputusan.

Kepercayaan yang Telah Ternoda

Mereka mungkin menganggap kepercayaan hanya remeh temeh belaka. Seolah memberikan kepercayaan semudah membalikkan telapak tangan. Mereka mungkin menganggap kepercayaan adalah barang yang di obral murah. Seolah ia adalah suatu yang tak pernah habis sebanyak atau sesering apapun kamu gunakan. Tapi tidak bagiku yang menganggap itu sebagai sebuah kesucian. Tidak akan pernah lagi sama, ketika rusak secuil pun pada satu bagian. Tidak akan pernah lagi bisa dibersihkan, meski hanya setitik noda. Tidak akan pernah lagi sama, setelah dihancurkan, sekeras apapun kamu mencoba. Kepercayaan yang telah ternoda, tidak lagi punya kesempatan kedua. Aku memang bukan seorang yang murah hati untuk memberikan maaf. Aku bukan seorang pemaaf. Terserah kalian ingin mengatakan aku sebagai pendendam atau orang jahat yang tidak punya belas kasihan.  Bagi mereka, mungkin itu hanya masa lalu yang bisa dengan mudah dilupakan. Bagiku, itu tikaman dalam yang bekas lukanya tidak akan pernah hilang. Aku membenci cac...

Untuk Aku

Tinta belum mengering Kertas masih tersusun rapi Kepala mu tidak pernah hening Jadi kau tak tahu bagaimana kosong itu akan terisi Mungkin kau hanya lupa atau terlampau sibuk menulis tentang orang-orang  juga kisah-kisah yang menoreh luka serta sesekali tentang cinta yang tak kau sangka terbit setelah petang Untuk sebuah aku yang merasa hari-hari begitu hambar ruang di dada begitu hampa kapan bunga mekar? Tak bosan menanti musim semi tiba Kapan lagi kau akan bercerita? Bukan tentang segala yang kau lihat atau rasa Tapi tentang mu yang merajut asa Api yang masih menyala Degup yang masih berdetak Langkah yang mantap Mari kembali menggores pena Kata-kata mengudara bersama cita yang membara Harap yang merekah indah Lalu kau berwarna merah Kembali pada hakikat mu sebagai manusia Seorang yang gemar bermain aksara