Malam bukan lagi sudah larut
Pagi sebentar merenggut
Tapi otakku masih tidak ingin menurut
Entah apa yang membuat ia tidak bisa menyusutkan pikiran-pikiran kalut
Apa yang tertahan?
Apa yang ingin dilepaskan?
Apa jawaban dari segala tanya yang dilontarkan?
Bahkan aku tidak tahu bagaimana selanjutnya semua berjalan.
Retorika yang dilontarkan
tak lebih hanya kumpulan satire-satire yang menyesakkan
Elegi menjelma dari ribuan air mata yang tertahan
Tak sanggup dilepaskan
Hiperbolis kan?
Tapi itu adalah kebenaran
Tulisanku terlalu banyak mendongengkan kisah-kisah romantis
Padahal statis
Sengaja agar kau tidak tahu bahwa bagian ini telah tandus
Apa lagi yang bisa kuharapkan jika selalu hanya repetisi pada setiap kasus
Ditulis pukul 3 pagi
Waktu khusus untuk para seniman membuat karya seni
Aku seniman juga, tapi,
katamu seniman macam apa aku ini
Aku seniman, yang merangkai kata demi kata, bait demi bait, kalimat demi kalimat, menjadi satu paragraf padu yang rumit dan penuh misteri
Coba tafsirkan sendiri
Apa maksud dari semua ini
Karena aku juga tidak mengerti.