Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Hal yang Paling Menakutkan

Kegelapan. Ketinggian. Kesendirian. Serta banyak hal lainnya yang terlihat menakutkan. Ketakutan setiap orang berbeda. Awalnya, ku kira hal yang menakutkan adalah memulai sesuatu. Langkah pertama tidak pernah terasa ringan. Memilih sesuatu untuk pertama kalinya tidak pernah mudah. Pertemuan pertama tidak selalu mulus. Sesuatu yang pertama kali dilakukan tidak selalu lancar, biasanya. Tapi, semua yang pertama adalah yang paling menentukan. Kamu bisa mencapai puncak gunung tertinggi jika memulai mendaki. Kamu bisa menyelami lautan jika mulai belajar berenang. Kamu bisa melakukan hal apapun yang kamu inginkan jika kamu mau mulai mencoba. Hal-hal tersebut yang selalu aku tanamkan dalam hati dan pikiran ketika akan melakukan sesuatu untuk yang pertama kalinya. Memulai sesuatu memang tidak mudah. Tapi, aku memilih untuk mencoba. Pada akhirnya, aku lebih baik merasakan penyesalan karena telah mencoba daripada menyesal karena tidak mencoba. Terkadang, penyesalan karena telah mencoba memang leb...

Ketidakmungkinan

Bahkan di dalam tempat ini pun terucap juga ketidakmungkinan dari orang yang mempelajarinya. Ketidakmungkinan adalah makanan sehari-hari, dulu, ketika aku belum masuk dan terjun ke sini. Dulu, aku bahkan tidak bisa menjawab ketika ditanya, "Apa lagi yang ingin kamu temukan? Semua sudah habis dibabat". Harapku sempat pupus namun kujawab tanpa ragu, "Aku yakin masih banyak misteri yang belum terpecahkan". Hari-hari ketika akhirnya aku berada di sini membuktikan bahwa memang banyak teka-teki yang belum terjawab. Banyak tanya berwarna abu-abu di awang menanti para pencari yang mau menemukan makna. Tidak ada pertanyaan yang tidak punya jawaban. Tidak ada peristiwa yang terjadi tanpa bukti dan alasan. Bukti dan alasan. Bukankah itu yang kita pelajari dan pertanyakan? Ada berbagai macam kajian yang aku pikir mustahil tapi ternyata tidak. Ada beberapa hal yang tidak terpikirkan tapi ternyata nyata. Kenapa kamu masih ragu dan berkata tidak mungkin untuk sesuatu yang jelas-je...

Kepercayaan yang Telah Ternoda

Mereka mungkin menganggap kepercayaan hanya remeh temeh belaka. Seolah memberikan kepercayaan semudah membalikkan telapak tangan. Mereka mungkin menganggap kepercayaan adalah barang yang di obral murah. Seolah ia adalah suatu yang tak pernah habis sebanyak atau sesering apapun kamu gunakan. Tapi tidak bagiku yang menganggap itu sebagai sebuah kesucian. Tidak akan pernah lagi sama, ketika rusak secuil pun pada satu bagian. Tidak akan pernah lagi bisa dibersihkan, meski hanya setitik noda. Tidak akan pernah lagi sama, setelah dihancurkan, sekeras apapun kamu mencoba. Kepercayaan yang telah ternoda, tidak lagi punya kesempatan kedua. Aku memang bukan seorang yang murah hati untuk memberikan maaf. Aku bukan seorang pemaaf. Terserah kalian ingin mengatakan aku sebagai pendendam atau orang jahat yang tidak punya belas kasihan.  Bagi mereka, mungkin itu hanya masa lalu yang bisa dengan mudah dilupakan. Bagiku, itu tikaman dalam yang bekas lukanya tidak akan pernah hilang. Aku membenci cac...

Benang Perasaan yang Tak Berkesudahan

Bosan memulai dengan pertanyaan sebenarnya, tapi tidakkah kau tahu aku ingin memutuskan rajutan benang ini dengan segera. Hanya saja, bukannya mengambil gunting, aku malah menambah gulungan benang. Tetap merajut dan menjalin helai demi helainya. Ia menjadi semakin panjang, berat, dan terasa tidak berkesudahan. Buat, Akala.  Perlu kau tahu, yang kurajut bukan benang biasa. Itu adalah benang perasaan yang tak berkesudahan. 

The perfect place doesn't exist

Kurasa, menulis untukmu lama-lama menjadi candu. Setiap kali aku terpikir atau merasakan sesuatu yang kuingat adalah selalu kamu. Judul ini kuambil dari twit official akun instagram di twitter. Walaupun tidak ada korelasinya dengan isi blog kali ini. Tapi mari kita gunakan saja. Buat, Akala. Aku benci menjadi makhluk nokturnal. Waktu terasa sangat singkat ketika aku menjadi makhluk nokturnal. Tidur di pagi sampai siang hari atau siang hingga sore hari tidak menyehatkan bukan? Tapi akhir-akhir ini siklusnya begitu lagi. Padahal pola tidurku sudah cukup baik pertangahan sampai akhir april kemarin. Bangun pagi sangat menyegarkan dan waktu terasa begitu panjang.  Akhir-akhir ini menjelang berantakan kembali waktu tidurku, sebelumnya aku dihinggapi mimpi-mimpi aneh. Salah satunya tentangmu. Salah duanya tentang ah terlalu menyeramkan sampai aku takut dan sulit tertidur cepat lagi. Walau malam ini sejujurnya aku lelah dan sangat mengantuk. Entah kenapa diriku tidak mau menurut. Buat, Aka...

Inginnya Aku

Inginnya aku, kita cukup dekat untuk menanyakan lebih dari sekadar apa kabar dan bagaimana harimu. Aku ingin mendengar banyak cerita darimu dan akan aku ceritakan banyak hal untukmu. Meskipun nyatanya, kita bahkan tidak cukup dekat untuk sekadar bertanya sedang apa sekarang dan apa kamu punya waktu. Benar kata mereka. Hanya karena kita pernah berbagi cerita, bukan berarti kita menjadi dekat. Itu hanya beberapa cerita yang kadang kamu bagikan secara acak kepada orang-orang yang hanya sesekali kamu temui. Kau tahu, saat ini aku punya banyak cerita dan tidak tahu harus kubagikan dengan siapa. Tentang kegelisahan dan kesedihan karena akhirnya kebahagiaan dan kenyamananku tiba. Ya, kebahagiaan dan kesedihanku kembali hadir ketika semua akan berakhir. Kupikir waktu akan berlalu sangat lama ketika semua kumulai dengan banyak tangisan, kekecewaan dan kemarahan pada diri sendiri sampai aku berdamai dengan semua dan mencoba mengikuti ritme. Mengalir tenang sambil memperhatikan keadaan memang seb...