Bahkan di dalam tempat ini pun terucap juga ketidakmungkinan dari orang yang mempelajarinya.
Ketidakmungkinan adalah makanan sehari-hari, dulu, ketika aku belum masuk dan terjun ke sini. Dulu, aku bahkan tidak bisa menjawab ketika ditanya, "Apa lagi yang ingin kamu temukan? Semua sudah habis dibabat". Harapku sempat pupus namun kujawab tanpa ragu, "Aku yakin masih banyak misteri yang belum terpecahkan".
Hari-hari ketika akhirnya aku berada di sini membuktikan bahwa memang banyak teka-teki yang belum terjawab. Banyak tanya berwarna abu-abu di awang menanti para pencari yang mau menemukan makna. Tidak ada pertanyaan yang tidak punya jawaban. Tidak ada peristiwa yang terjadi tanpa bukti dan alasan. Bukti dan alasan. Bukankah itu yang kita pelajari dan pertanyakan?
Ada berbagai macam kajian yang aku pikir mustahil tapi ternyata tidak. Ada beberapa hal yang tidak terpikirkan tapi ternyata nyata. Kenapa kamu masih ragu dan berkata tidak mungkin untuk sesuatu yang jelas-jelas bisa kita ceritakan? Apakah modernisasi lantas membuat kita lupa pada tradisi?