Diam sebentar. Aku ingin cerita. Aku ingin berada di sini lebih lama. Ingin belajar lebih dalam. Ingin tahu lebih banyak. Tapi, aku tidak ingin terlibat terlalu jauh. Tidak ingin berpura-pura lebih lama. Tidak ingin membohongi diri sendiri semakin parah. Aku sudah lelah terus menerus mengikuti skenario yang diarahkan banyak orang. Tunggu. Diam sebentar. Ini hidupku bukan? Mengapa aku terus menerus disuruh berputar-putar tidak tahu kemana.
Baru saja aku mendendangkan lagu Tanda dari Yura Yunita. Jika memang ini benar untukku, maka dekatkanlah kepadaku. Jika memang ini bukan untukku, bolehkah ku mohon dulu? Sebuah pinta yang rasanya selalu, berkali-kali, berulang-ulang, dimohonkan setiap hamba kepada-Nya, termasuk aku. Entah berapa juta kali aku selalu memohon, meminta didekatkan dengan apa-apa yang ku yakini baik untukku. Entah berapa juta kali aku memaksa untuk diperbolehkan mencoba merasakan hal yang ingin ku rasakan. Pada akhirnya semua menunjukkan tanda yang seringnya ku abaikan. Jadi kali ini aku tidak lagi berani meminta sebuah tanda. Aku hanya berharap diberi kesempatan-kesempatan acak. Tak mengharapkan lebih, juga tak akan memaksa. Aku berserah pada Yang Maha Memiliki. Jika memang ini benar untukku, aku meminta kemudahan untuk apapun yang akan terjadi di masa depan. Jika memang ini bukan untukku, aku meminta kelapangan menerima sebuah keputusan.