Saat semua terasa lebih ringan. Ku harap aku kembali bisa mendengar debur menghantam pemecah ombak atau batu karang. Ku harap aku kembali bisa menghirup udara di perkampungan. Ku harap aku kembali bisa menikmati kilauan bintang. Ku harap aku kembali bisa merasakan syahdunya mentari terbit di kejauhan. Akala, meski malam ini masih terasa sedikit berat, setidaknya aku masih punya dan belum kehilangan harapan. Meski hari-hari terasa sulit dan berat tanpa sebab yang jelas. Meski aku tidak yakin dengan apa yang terjadi di masa depan. Meski yang kuinginkan hanya menangis kencang-kencang, di pelukmu yang hangat dan menenangkan.
Saat semua terasa lebih ringan. Ku harap aku bisa menulis lebih banyak kata dan mengungkapkan lebih banyak rasa. Ku harap aku bisa benar-benar berkata aku baik-baik saja tanpa harus berpura-pura. Ku harap keinginan untuk menangis ini mereda. Akala, sepertinya aku mengharapkan banyak hal tanpa usaha. Kenapa perasaan ini tidak kunjung membaik seperti sedia kala?
Maaf karena melulu mengeluh tanpa tahu malu. Maaf karena melulu mengatakan hal yang itu-itu. Maaf karena terus menerus menyebut namamu. Tapi, memang hanya kamu, yang terpikirkan setiap waktu ketika semua terasa sulit karena aku hanya punya diriku. Kuharap keadaan cepat membaik agar aku tidak perlu lagi meminjam namamu. Agar aku bisa berhenti menulis untukmu, saat semua terasa lebih ringan.