Orang-orang yang saling menyakiti akan menyakiti orang lainnya lalu bertindak seolah-olah mereka korbannya. Tidakkah keterlaluan menyalahkan orang lain atas kesalahan yang telah mereka perbuat sendiri. Lebih dari apapun, aku akan berdoa untuk mereka. Di bawah bayang-bayangku, mereka akan hidup dalam gumpalan benang. Mereka akan mengingatku terus-terusan ketika akan terpejam. Hiduplah di bawah bayang-bayangku sampai aku merasa puas dan lega. Aku tidak marah, tapi teruslah merasa bersalah dan gelisah.
Baru saja aku mendendangkan lagu Tanda dari Yura Yunita. Jika memang ini benar untukku, maka dekatkanlah kepadaku. Jika memang ini bukan untukku, bolehkah ku mohon dulu? Sebuah pinta yang rasanya selalu, berkali-kali, berulang-ulang, dimohonkan setiap hamba kepada-Nya, termasuk aku. Entah berapa juta kali aku selalu memohon, meminta didekatkan dengan apa-apa yang ku yakini baik untukku. Entah berapa juta kali aku memaksa untuk diperbolehkan mencoba merasakan hal yang ingin ku rasakan. Pada akhirnya semua menunjukkan tanda yang seringnya ku abaikan. Jadi kali ini aku tidak lagi berani meminta sebuah tanda. Aku hanya berharap diberi kesempatan-kesempatan acak. Tak mengharapkan lebih, juga tak akan memaksa. Aku berserah pada Yang Maha Memiliki. Jika memang ini benar untukku, aku meminta kemudahan untuk apapun yang akan terjadi di masa depan. Jika memang ini bukan untukku, aku meminta kelapangan menerima sebuah keputusan.