Dan dari banyaknya hal yang bisa membuatku iri, aku hanya iri pada satu hal. Bagaimana rasanya menjadi prioritas utama? Bagaimana rasanya dicintai begitu dalam, disayang dengan sangat, dirayakan sebagai apa adanya diri ini, diterima tanpa dihakimi, dan dibanggakan atas hal-hal kecil yang dimiliki. Bukan karena tidak pernah, justru karena aku pernah merasakannya sampai aku berharap lebih. Aku ingin merasakan itu seumur hidupku, sepanjang kehidupan bergulir di depanku. Aku ingin merasakan semua itu lebih lama. Ingin membuktikan bahwa aku masih bisa percaya ada sebuah tulus yang nyata. Aku masih ingin bisa menaruh rasa percaya kepada sosok yang bukan diriku sendiri. Aku juga masih ingin dipercaya. Aku ingin tumbuh bersama. Aku ingin bertukar cerita dan menulis cerita bersama. Aku ingin bersandar padanya yang bersandar padaku. Aku ingin merangkul dirinya yang merangkul diriku. Aku ingin menggenggam erat tangannya yang selalu menggenggam erat tanganku. Aku ingin memeluknya yang mengelus lembut kepalaku. Aku ingin kami bertaut dikelilingi kebaikan dan direstui semesta. Aku ingin kami bahagia dan bisa menyebarkan lebih banyak kebahagiaan.
Baru saja aku mendendangkan lagu Tanda dari Yura Yunita. Jika memang ini benar untukku, maka dekatkanlah kepadaku. Jika memang ini bukan untukku, bolehkah ku mohon dulu? Sebuah pinta yang rasanya selalu, berkali-kali, berulang-ulang, dimohonkan setiap hamba kepada-Nya, termasuk aku. Entah berapa juta kali aku selalu memohon, meminta didekatkan dengan apa-apa yang ku yakini baik untukku. Entah berapa juta kali aku memaksa untuk diperbolehkan mencoba merasakan hal yang ingin ku rasakan. Pada akhirnya semua menunjukkan tanda yang seringnya ku abaikan. Jadi kali ini aku tidak lagi berani meminta sebuah tanda. Aku hanya berharap diberi kesempatan-kesempatan acak. Tak mengharapkan lebih, juga tak akan memaksa. Aku berserah pada Yang Maha Memiliki. Jika memang ini benar untukku, aku meminta kemudahan untuk apapun yang akan terjadi di masa depan. Jika memang ini bukan untukku, aku meminta kelapangan menerima sebuah keputusan.