Kepalaku kembali dipenuhi kicauan dari segala penjuru. Satu bagian sibuk membenci, mengumpat, dan mengutuk dendam yang entah kapan bisa sirna dari hidupku. Bagian lain sibuk mengutarakan ide-ide yang harus segera kulaksanakan. Satu sisi bertanya-tanya haruskah aku sudahi membenci orang-orang. Sisi lainnya berkata aku perlu pembuktian. Lalu, dari sebelah mana lagi yang aku juga tidak ketahui berujar, "apakah semua itu ide yang harus segera kulakukan itu adalah sebuah bentuk pembuktian agar aku puas dan dendam ini dapat terbalas?".
Poem and story enthusiast. An amateur author. Trying to productive.