Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Permainan Peran

Beberapa orang mungkin memang datang untuk memainkan peran tertentu. Ada yang datang untuk membimbing, ada yang datang untuk menghakimi, ada yang datang untuk mengajari, ada yang datang untuk mengacak-acak situasi, ada yang datang untuk sekadar duduk bersama berdua dengan kesibukan masing-masing. Lalu aku mencoba untuk meromantisasi kedatangan dan kepergian yang ada dalam hidup ku semata-mata agar hidup ini punya secercah energi dan hal baik untuk ditunggu, untuk dinanti, untuk dinikmati karena jujur saja, aku sedang bosan dengan hidupku. Apakah hidupku semonoton itu untuk dijalani? Tidak juga. Aku punya kegiatan yang ku nanti dan orang yang ingin kutemui setiap bulan. Aku juga punya banyak daftar hal-hal yang ingin kulakukan serta telah merencanakan beberapanya, tapi pada beberapa kali, aku merasa bosan. Mungkinkah karena kulakukan sendiri? Mungkinkah karena tidak ada teman berbagi? Kadang aku merasa banyak sekali kisah yang ingin kubagi. Kadang juga aku merasa ingin sekali mendengark...

Cinta yang Mengajariku Bertumbuh

Bagaimana bisa aku melewatkannya, jika setiap kali mencari tahu tentangnya, aku selalu semakin mengaguminya. Bagaimana bisa aku melewatkannya, jika setiap kali merasa lelah dan ingin menyerah, aku menemukan semangat darinya. Bagaimana bisa aku melewatkannya, jika setiap hal yang aku doakan, melekat padanya. Pada dirinya yang menyadarkan ku bahwa kemampuan otak kanan dan kiri bisa seimbang. Pada dirinya yang mengajarkan ku bahwa kamu hanya perlu keberanian melakukan hal yang sudah kamu ketahui. Pada dirinya yang membuatku ingin selalu bertumbuh dan belajar. Pada dirinya yang membuatku memikirkan masa depan. Dia yang hanya dengan mengetahui hadirnya, aku merasa aman. Dia yang hanya dengan memikirkan pertemuan kami, membuatku juga memikirkan rencana-rencana yang akan datang. Dia yang membuatku meminta pada Tuhan dengan sangat amat agar jika bukan dia, setidaknya seseorang sepertinya. Ia ditampakkan ketika aku sedang mencoba mengusahakan hidupku. Ia ditampakkan ketika aku mulai menerima di...

Berteman Pahit

Siapa yang udah nonton Jumbo? Pasti tau dong sama soundtracknya yang viral? Yups, Selalu Ada di Nadimu karya Laleilmanino. Lagu ini bagus banget bahkan bikin banyak orang dewasa nangis bombay walau udah dengerin berkali-kali. Aku pun. Entah udah berapa kali cover lagu tersebut lewat, bahkan aku ikutan nyanyiin, tetep bikin mix feeling. Rasanya kayak nyesek, terharu, sedih, dan kuat di saat bersamaan. Terutama di part, Sedikit demi sedikit Engkau akan berteman pahit Luapkanlah saja bila harus menangis Anakku, ingatlah semua Lelah tak akan tersia Usah kau takut pada keras dunia  Jujur part ini bikin flashback dengan keadaan 5 tahun terakhir yaitu di tahun 2020 sampai saat ini. Pahit  versiku dimulai di awal tahun 2020 ketika aku baru lulus kuliah dan semangat-semangatnya mengerjakan beberapa proyek kerjaan, tiba-tiba pandemi Covid-19 menghancurkan itu semua. Sedih, putus asa, tertekan. Bingung mau ngapain, mau mulai dari mana, clueless, ngerasa hidup ini gak berguna dan aku manu...

This is what secure feels like

Ada sebuah tulisan yang baru saja ku baca. Sebuah tulisan tentang menyukai seseorang. Tulisan itu bilang, "pernah nggak, suka sama seseorang yang tanpa sadar bikin kamu pengen jadi lebih baik? Bukan karena diminta, tapi karena kehadirannya aja udah cukup buat kamu termotivasi. Nggak peduli gimana akhirnya, yang jelas dia pernah jadi alasan kenapa kamu mau berkembang. Dan mungkin, itu udah cukup". Orang yang bikin tulisan itu juga nambahin di caption postingannya kalau ada satu masa di hidupnya dimana dia suka sama seseorang, tapi bukan cuma sekadar suka. Rasanya lebih dari itu. Bukan soal ingin memiliki tapi lebih ke bagaimana orang yang disukain ini tanpa sadar bikin dia ingin jadi lebih baik. Dia mulai memperbaiki diri, bukan buat orang yang dia suka, tapi karena orang yang dia suka. Karena kehadirannya aja udah cukup buat dia sadar kalau dia bisa lebih. Lebih percaya diri, lebih rajin, lebih berani. Dan walaupun dia gak tau gimana akhirnya, dia tetap bersyukur. Karena gak ...

Butterfly Era

Temanku bilang aku bersemi lagi. Katanya healing energy benar-benar memekarkan diriku. Adikku bilang aku sedang butterfly era. Apakah bisa disebut begitu? Mungkin, iya. Karena sejak bertemu denganmu, aku jadi semakin bersemangat memperbaiki diriku. Tak ada yang salah denganku, hanya saja aku ingin terlihat bertumbuh, berkembang, dan berproses setiap kali bertemu denganmu. Setiap kali kamu melihatku, aku ingin kamu memperhatikanku. Ingin sekali mengetahui bagaimana diriku di matamu dari waktu ke waktu. Aku ingin mengimbangi dirimu yang bersinar terang. Mengimbangimu yang tersenyum cerah. Mengimbangimu yang berdiri tanpa ragu. Mengimbangimu yang selalu bermanfaat untuk banyak orang. Maka aku berusaha mengejar ketertinggalan diriku. Meningkatkan nilaiku yang saat bertemu denganmu, mungkin hanya di angka 1. Waktu itu, aku benar-benar baru memulai menemukan diriku kembali. Jadi aku harap kamu memaklumiku dan ikut bangga melihatku berprogres sampai saat ini. Aku ingin terus menunjukkan betap...