Langsung ke konten utama

Postingan

Featured Post

Kepercayaan yang Telah Ternoda

Mereka mungkin menganggap kepercayaan hanya remeh temeh belaka. Seolah memberikan kepercayaan semudah membalikkan telapak tangan. Mereka mungkin menganggap kepercayaan adalah barang yang di obral murah. Seolah ia adalah suatu yang tak pernah habis sebanyak atau sesering apapun kamu gunakan. Tapi tidak bagiku yang menganggap itu sebagai sebuah kesucian. Tidak akan pernah lagi sama, ketika rusak secuil pun pada satu bagian. Tidak akan pernah lagi bisa dibersihkan, meski hanya setitik noda. Tidak akan pernah lagi sama, setelah dihancurkan, sekeras apapun kamu mencoba. Kepercayaan yang telah ternoda, tidak lagi punya kesempatan kedua. Aku memang bukan seorang yang murah hati untuk memberikan maaf. Aku bukan seorang pemaaf. Terserah kalian ingin mengatakan aku sebagai pendendam atau orang jahat yang tidak punya belas kasihan.  Bagi mereka, mungkin itu hanya masa lalu yang bisa dengan mudah dilupakan. Bagiku, itu tikaman dalam yang bekas lukanya tidak akan pernah hilang. Aku membenci cac...
Postingan terbaru

Cinta yang Membuatku Berani

Aku menanam benih di seberang jalan tanpa tahu bagaimana ia akan tumbuh. Mekar sempurna di ujung waktu, ia adalah bunga kuning yang cemerlang. Terang memberi tenang pada tiap insan yang butuh uluran tangan. Termasuk aku. Kepercayaan ku padanya melebihi diri ku sendiri. Aku senang tiap kali bertemu. Aku menaruh segenap rasa berani yang ku punya. Bertaruh dengan apapun yang ku bisa. Aku ingin menciptakan sebuah ketidaksengajaan yang ku sengaja meski hingga kini belum terjadi. Bisakah nanti?  Kepada cinta yang membuat ku menjadi berani, di dada ku bergolak perasaan yang tak ku mengerti. Ingin ku memiliki mu sepenuhnya, menyalurkan segenap cinta dan berceloteh riang ketika bersama. Ingin ku mendengar suara mu yang merdu dan penuh perhatian setiap waktu. Ingin ku bertumbuh berdua dengan mu. Ingin ku lebih berani mengutarakan perasaan ku. Meski ingin-ingin itu menyerbu, aku tak lantas mengikuti kata hati. Tidak kali ini karena aku ingin membuat ruang aman untuk mu. Perlahan aku akan memb...

Cinta yang Turut Membuatku Tersenyum

Ada banyak cerita dari seberang jalan. Satu yang selalu tak pernah gagal adalah tentang cinta. Bukan sebuah yang sempurna, tapi hangatnya terasa nyata. Bukan sebuah yang utuh, tapi saling mengisi lubang. Bukan hanya yang tampak, tapi juga yang mungkin terpendam. Entah berapa banyak yang telah dilalui, tapi jelas bukan hal mudah. Kebanggaan memiliki sebuah cinta yang seperti itu terpancar jelas dari balik matanya yang indah. Berbinar memancarkan cahaya yang mempesona. Aku merasa penuh. Melihatnya saja membuat ku ikut berbahagia. Bersuka cita atas sebuah cinta yang turut membuat ku tersenyum. Bahkan jika lebih dari 77 kali, mungkin aku akan tetap mengiyakan dan ku rasa salah satu dari 77 pertanyaan itu adalah tentang ini. Tentang ditampakkannya pada ku sebuah cinta yang murni. Tulus dari lubuk hati. Memeluk dan mengayomi. Berjuang bersama dan saling memberi kasih yang tiada henti. Ingin ku bilang padanya terima kasih atas senyum yang begitu menyentuh hati, mata yang berseri, dan sosok ya...

Cinta yang Membuatku Selalu Bertambah Kagum

Pergolakan hatiku memang seringnya tak stabil. Kadang ia membara, naik, mencapai ombak tertinggi ketika harap terpercik. Rasa kagum ku padanya menjadi-jadi. Bertambah berkali lipat setiap melihatnya lagi. Setiap mengetahui kegiatannya hari ini. Setiap dia update story. Ketika ia menghilang, aku tahu kesibukannya begitu padat. Aku tahu dia melalui hari demi hari dengan membantu begitu banyak orang. Hal yang sangat bermanfaat yang membuat ku merasa dia setingkat di atasku karena telah hidup dengan sangat baik, sedang aku masih meraba-raba mencari apa arti hidup ku di bumi. Aku mengaguminya dari hari ke hari sambil meyakini dan menjalani hidup ku sendiri yang juga bertumbuh setiap hari. Telah ku temukan pemantik semangat yang surut tiap kali aku merasa rendah diri. Dirinya yang bersinar terang di ujung jalan sambil tersenyum cerah sekali. Aku juga ingin bersinar seterang itu. Aku ingin tersenyum secerah itu. Aku ingin diriku juga menjadi pemantik semangat untuk siapapun itu yang melihat k...

Cinta yang Membuatku Percaya Diri

Beberapa kali dalam hidupku, aku mengecilkan diri ku sendiri. Menyerah pada mimpi ku yang terlihat besar sekali karena aku tak punya penopang. Memilih menguburkan dan kehilangan harapan. Membuat segala usaha ku untuk bertahan menjadi tak terlihat dan terasa sia-sia. Beberapa kali pula dalam hidupku, aku kembali disadarkan. Katanya, aku punya kemampuan untuk bersinar. Katanya, aku pandai dan cepat belajar. Katanya, aku pekerja keras. Katanya, aku bisa dan hebat, hanya saja perlu sedikit lebih berani. Keberanian yang selalu menjadi musuh utama ku selama ini. Keberanian mengambil risiko dengan hasil tak pasti. Aku memang belum berani untuk saat ini.  Kegagalan selalu membuatku takut untuk mencoba sekali lagi. Kegagalan selalu membuatku berpikir aku harus memulai kembali dan segala yang pernah kucapai hanya masa lalu yang tak berarti. Aku ingin mengejar apa yang mereka sebut kesuksesan tapi aku selalu merasa tak memiliki satu pun kemampuan. Tak ada pencapaian berarti di umurku sampai s...

Cinta yang Membuatku Belajar Melepaskan

Walau ku bilang aku tidak mengharapkan apapun, sebenarnya aku punya harapan besar untuk kita yang tanpa sadar tumbuh perlahan. Pertempuran ku di langit bahkan sampai di tahap aku tidak hanya mendoakan aku dan kamu, tapi juga tentang keluarga kita. Seiring berjalannya waktu, harapan itu seperti menelan energi dalam diri ku. Aku tidak mencemaskan mu tapi aku mencemaskan diri ku sendiri. Di dalam hatiku timbul racun dari skenario-skenario yang ku buat sendiri. Bagaimana jika begini? Bagaimana jika begitu? Haruskah kucoba begini? Atau lebih baik mencoba begitu? Padahal aku tidak perlu mengira-ngira atau menerka-nerka. Aku hanya perlu mengikuti alur yang berjalan. Aku hanya perlu memainkan sebuah peran, yaitu menjadi diriku sendiri yang utuh dan jujur. Aku tidak perlu merekayasa apapun. Aku hanya perlu menunjukan diriku yang asli, yang saat ini mungkin sedang kehilangan cahaya dan membutuhkan bantuan. Tapi karena terlalu memaksakan diri dan berusaha keras, yang ku tampakkan justru versi dir...

Cinta yang Lugu

Telah ditampakkan padaku sebuah cinta yang lugu. Senyum pada matanya membuatku tersentuh. Karenanya aku ingin terus bertumbuh. Bagai embun ketika subuh, suaranya menenangkan batin yang bergemuruh. Ketakutanku runtuh. Perasaanku divalidasi dengan utuh. Tak lagi ku butuh apa pun selama ia bisa ku rengkuh.  Dirinya yang memantik kuning di tubuh. Padanya ku alamatkan segala keluh. Juga harap, cinta, dan asa yang semakin pekat dari waktu ke waktu. Aku menduga-duga ini adalah teluh, yang ia alamatkan padaku. Dari senin hingga minggu, yang ku gaungkan selalu namamu sebagai sebuah tuju. Di hari bahagia ini, aku ingin berterima kasih, padamu, juga Tuhan Yang Maha Pengasih. Atas segala pertemuan tak terduga yang terjadi. Atas semua momen yang kita lalui. Atas hadir yang tanpa kau sadar begitu berarti. Atas diri yang sangat menginspirasi. Terima kasih telah hadir di sini, di sisi ku yang sempat kehilangan diri sendiri. Harapku, semoga kau selalu berseri. Tenang, teduh, menyinarkan cahayamu ya...

Untuk Aku

Tinta belum mengering Kertas masih tersusun rapi Kepala mu tidak pernah hening Jadi kau tak tahu bagaimana kosong itu akan terisi Mungkin kau hanya lupa atau terlampau sibuk menulis tentang orang-orang  juga kisah-kisah yang menoreh luka serta sesekali tentang cinta yang tak kau sangka terbit setelah petang Untuk sebuah aku yang merasa hari-hari begitu hambar ruang di dada begitu hampa kapan bunga mekar? Tak bosan menanti musim semi tiba Kapan lagi kau akan bercerita? Bukan tentang segala yang kau lihat atau rasa Tapi tentang mu yang merajut asa Api yang masih menyala Degup yang masih berdetak Langkah yang mantap Mari kembali menggores pena Kata-kata mengudara bersama cita yang membara Harap yang merekah indah Lalu kau berwarna merah Kembali pada hakikat mu sebagai manusia Seorang yang gemar bermain aksara